Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal)

Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal), with registered number ISSN 2338-6185, is a scientific multidisciplinary journal published by Centre For Maritime Studies, Indonesian Naval Command And Staff College.

This international level journal covers a lot of common problems or issues related to maritime sciences. The aim of this journal publication is to disseminate conceptual thoughts or ideas and to research the results that have been achieved in the area of maritime policies.

Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal) particularly focuses on the main problems in the development of maritime sciences and strategic areas. It covers maritime security, maritime defense, maritime strategy, maritime development, maritime safety, maritime economy, maritime human resources, hydro-oceanography, and military technology.

 

 

 

 

 

 

 

 


Vol 9, No 1 (2021): JURNAL MARITIM INDONESIA

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, secara geopolitik maupun geoekonomi, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam laut yang belum dimanfaatkan maksimal. Sejarah masa lalu, zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit telah memanifestasikan bentuk kekuatan nusantara yang bervisi maritim. Kejayaan tersebut kini kembali dirintis untuk mewujudkan sektor kelautan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia (PMD) yang maju, berdaulat, mandiri, dan kuat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keamanan dan perdamaian Kawasan dan dunia sesuai dengan kepentingan nasional dengan memanfaatkan enam elemen penting kekuatan maritim, yaitu posisi geografis, konfigurasi wilayah, luas wilayah, jumlah penduduk, karakter bangsa, dan karakter pemerintah.
Visi Poros Maritim Dunia diimplementasikan pada tujuh pilar Kebijakan Kelautan Indonesia (Perpres Nomor 16 Tahun 2017), yaitu pengelolaan sumber daya kelautan dan pengembangan sumber daya manusia; pertahanan, keamanan, penegakan hukum, dan keselamatan di laut; tata kelola dan kelembagaan di laut; ekonomi, infrastruktur kelautan, dan peningkatan kesejahteraan; pengelolaan ruang laut dan perlindungan lingkungan laut; budaya bahari; dan diplomasi maritim.
Indonesia sekarang, tidak bisa dilepaskan dari gigihnya diplomasi maritim yang diperjuangkan oleh Perdana Menteri Ir. H. Djuanda yang mengajukan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara kepulauan, hingga akhirnya disetujui dan Indonesia memiliki perairan sampai dengan zona ekonomi eksklusif (ZEE).
Tugas dan kewajiban generasi penerus adalah mempertahankan melalui peningkatan pemanfaatan sumber daya laut melalui upaya pembangunan ekonomi maritim dan pertahanan keamanan maritim. Jurnal Maritim Indonesia merupakan bentuk kontribusi Seskoal dalam mengembangkan ilmu keangkatanlautan dan ilmu kemaritiman. Ide atau gagasan tersebut bertujuan mengembangkan budaya berpikir kritis dalam isu-isu kemaritiman dalam suatu wadah untuk menyalurkan hasil pemikiran serta tulisan dari para praktisi dan akademisi sehingga bermanfaat dalam mendorong potensi pengembangan wawasan serta pengetahuan untuk pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kita berharap agar ide atau gagasan yang tertuang dalam tulisan dapat berkembang dan memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat serta memberikan inspirasi bagi kebijakan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
Semangat menginspirasi kami untuk menyajikan berbagai tulisan dengan latar belakang disiplin ilmu yang berbeda.
Dengan memanjatkan puji syukur serta doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga Allah SWT., senantiasa memberikan petunjuk, bimbingan, dan kekuatan agar dapat bersama-sama membangun dan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai bangsa maritim yang disegani.
Kami mengharapkan saran dan umpan balik yang konstruktif dari semua pihak untuk meningkatkan kualitas publikasi Jurnal Maritim Indonesia. Semoga edisi ini memberi manfaat bagi kepada semua pemangku kepentingan dan pemerhati kemaritiman.

Table of Contents

Articles

Femi Rachma Pertiwi
PDF
1-20
Purnomo Adi Seputro
PDF
21-30
Muhammad Hultria Guchy
PDF
31-40
Darwis Fahruddin
PDF
41-52
Arief Brahma Nugraha
PDF
53-65
Yoyok Ari Nugroho
PDF
66-71
Tatang Yanuar
PDF
72-98
Budi Darmawan
PDF
99-118
Salim, Adityo Nugroho
PDF
119-130
Taufik Pamungkas
PDF
131-138