Analisis Kerja Sama Antara TNI AL Dengan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Poros Maritim Dunia (Studi Kasus Implementasi Program Tol Laut) Dengan Menggunakan Metode SWOT

Sandi Varikta

Abstract


Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana tujuannya untuk menggambarkan keadaan atas fenomena yang terjadi di lapangan menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT dengan mengkaji lebih mendalam tentang deskripsi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunities) dan ancaman (threats), serta analisis faktor internal (Internal Factors Analysis Summary/IFAS) dan analisis faktor eksternal (External Factors Analysis Summary/EFAS) terhadap hasil penelitian Kerja Sama Antara TNI AL Dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Poros Maritim Dunia (Studi Kasus Implementasi Program Tol Laut), objek dalam penelitian ini mewawancarai sebanyak 30 informan yang berasal dari pejabat struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dan Mabesal. Hasil analisis matriks IFAS, maka dihitung jumlah total kekuatan (S) dan juga jumlah total kelemahan (W). Jika jumlah total kekuatan lebih besar dibanding jumlah total kelemahan, maka berarti bahwa faktor internal mampu mengatasi berbagai permasalahan/kelemahan internal yang ada. Namun jika jumlah total kelemahan lebih besar dari kekuatan maka faktor internal tidak mampu mengatasinya. Demikian pula halnya untuk faktor eksternal, bilaman nilai total Peluang (O) lebih besar dari total Ancaman (T) maka peluang yang ada mampu mengatasi ancaman yang kemungkinan terjadi, dan juga sebaliknya, hasilnya adalah nilai total skor matriks IFAS (3.571) dan EFAS (5.267). Hasil diagram analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi yang cocok digunakan dalam analisis Kerja Sama Antara TNI AL Dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Terhadap Peranan TNI AL Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Poros Maritim Dunia (Studi Kasus Implementasi Program Tol Laut) adalah strategi SO (Strength Opportunity) Rangking 1. Strategi SO tersebut yaitu Pola kerja sama TNI AL yang dilakukan dengan instansi lain khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, keterlibatan TNI AL, langkah-langkah TNI AL, kerja sama bidang pendidikan dan peran TNI AL dalam keamanan maritim sangat berpengaruh signifikan mendukung Kebijakan Poros Maritim Dunia (Studi Kasus Implementasi Program Tol Laut).       Kata Kunci: Kerja Sama, Kebijakan, Peranan, Poros Maritim Dunia, Tol Laut, IFAS, EFAS, SWOT

This type of research uses a qualitative approach where the aim is to describe the state of the phenomena that occur in the field using descriptive analysis and SWOT analysis by examining in more depth the description of strengths, weaknesses, opportunities and threats, and analysis of internal factors (Internal Factors Analysis Summary/IFAS) and analysis of external factors (External Factors Analysis Summary/EFAS) on the results of research on the collaboration between the Indonesian Navy and the Directorate General of Sea Transportation, Ministry of Transportation in Support of World Maritime Axis Policy (Case Study Program Implementation Sea Toll), the object in this study interviewed 30 informants who came from structural officials within the Directorate General of Sea Transportation, Ministry of Transportation and Headquarters. The results of the IFAS matrix analysis, then calculated the total number of strengths (S) and also the total number of weaknesses (W). If the total number of strengths is greater than the total number of weaknesses, it means that the internal factors are able to overcome various existing internal problems/weaknesses. However, if the total number of weaknesses is greater than the strengths then the internal factors will not be able to overcome them. Likewise for external factors, when the total value of opportunity (O) is greater than the total threat (T) then the opportunity is able to overcome the threat that is likely to occur, and vice versa, the result is the total score of the IFAS matrix (3,571) and EFAS ( 5,267). The results of the SWOT analysis diagram show that a suitable strategy to be used in the analysis of cooperation between the Indonesian Navy and the Directorate General of Sea Transportation of the Ministry of Transportation on the Role of the Navy in Supporting World Maritime Axis Policy (Case Study of Sea Toll Program Implementation) is the SO (Strength Opportunity) strategy. Rank 1.the SO strategy, namely the pattern of cooperation between the Indonesian Navy and other agencies, especially the Directorate General of Sea Transportation, the involvement of the Indonesian Navy, the steps of the Indonesian Navy, cooperation in education and the role of the Indonesian Navy in maritime security have a significant effect in supporting the Axis Policy. World Maritime (Case Study of Sea Highway Implementation).        Keywords: Cooperation, Policy, Role, World Maritime Axis, Sea Highway, IFAS, EFAS, SWOT


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.52307/ijm.v8i2.39

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Indexed by: 
Google Scholar  

Copyright of Jurnal Maritim Indonesia (Indonesian Maritime Journal)


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



ALAMAT REDAKSI

PUSJIANMAR SESKOAL
Jalan Ciledug Raya No.2 Cipulir
Kebayoran Lama Jakarta Selatan 12230
Tlp. +62 2129408081
Fax. +62 2129408081
Email: pusjianmar@tnial.mil.id