SEJARAH


Berdasarkan Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut Nomor: Kep/1100/VII/2012 tentang "PEMBENTUKAN PUSAT PENGKAJIAN MARITIM SESKOAL"


Sejarah pembentukan Pusjianmar

        Dalam rangka mengendalikan percaturan politik di kawasan global dan regional khususnya Asia Pasifik yang memiliki dimensi maritim sangat kuat,  adalah dengan membangun serta mengembangkan kekuatan maritim. Pembangunan dan pengembangan kekuatan maritim dimaksud salah satunya dilaksanakan dengan mengembangkan kemampuan soft power dalam bentuk penggalangan opini publik secara akademik dan dilaksanakan dengan mengembangkan pusat-pusat penelitian dan pengkajian strategis, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan maritim. Pengembangan kemampuan soft power belum secara optimal dikembangkan di Indonesia, utamanya di lingkungan organisasi TNI AL.

Saat ini TNI/TNI AL belum memiliki lembaga pengkajian dan penelitian seperti Sea Power Center-Australia, dimana lembaga tersebut secara khusus berfokus pada pengkajian dan penelitian pada aspek pertahanan dan keamanan maritim, yang diarahkan mampu menghasilkan berbagai produk akademik dan ilmiah. Dimana fungsi lembaga ini adalah sebagai penyeimbang berbagai hasil publikasi penelitian dan pengkajian yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga penelitian serta pengkajian asing dan dapat menjadi media pertukaran informasi serta dapat menjadi alat atau sarana penggalangan opini publik dalam rangka mendukung kepentingan nasional Indonesia di laut dalam lingkup regional maupun internasional.

Seskoal sebagai salah satu organisasi strategis TNI AL yang bersifat dinamis, senantiasa berupaya untuk menjadikan dirinya sebagai pusat keunggulan dalam pendidikan pertahanan matra laut serta pengkajian masalah-masalah pertahanan dan keamanan maritim. Dalam menjadikan dirinya sebagai pusat keunggulan dalam bidang pengkajian, perlu adanya penyesuaian terhadap organisasi Seskoal dengan konsekuensi adanya perubahan dan penyempurnaan suatu organisasi yang dinamis berbasis pada kesisteman, selanjutnya diterjemahkan serta diuraikan ke dalam tugas-tugas yang lebih kecil strata maupun cakupannya. Dengan dihadapkan pada tuntutan tugas ke depan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, dinamika perkembangan lingkungan strategis serta mengimbangi arus informasi dan globalisasi melalui isu-isu kemaritiman, maka sudah saatnya TNI AL meningkatkan kinerja organisasinya khususnya Seskoal dalam menghadapinya, sehingga mendorong perlunya diajukan sebuah konsep berupa pembentukan Pusat Kajian Maritim Seskoal (Pusjianmar), sebagai jawaban.

 

Dasar Pembentukan Pusjianmar

1.  Surat Pangab Nomor K/211-08/07/13/Sru tanggal 7 Maret 1997 tentang Kewenangan/Prosedur Melaksanakan Validasi Organisasi.

2.  Keputusan Pangab Nomor Kep/08/VII/1997 tanggal 7 Juli 1997 tentang Penyempurnaan Pokok-Pokok Organisasi dan Prosedur TNI Angkatan Laut.

3.  Pokok-pokok Organisasi dan Prosedur Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) yang disahkan dengan Peraturan Kasal No. Perkasal/84/XI/2008 tanggal 13 November 2008.

4.  Keputusan Danseskoal Nomor Kep/66/VII/2009 tanggal 6 Juli 2009 tentang Petunjuk Kerja Seskoal.

5. Petunjuk Kerja Seskoal Tahun 2009 Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut yang disahkan dengan Keputusan Danseskoal Nomor Kep/66/VII/2009 tanggal 6 Juli 2009.

 

Latar belakang Pembentukan Pusjianmar

        Dinamika perkembangan lingkungan strategis di lingkungan regional, khususnya bidang pertahanan dan keamanan maritim, salah satunya ditandai dengan perkembangan dan penguatan pembangunan kemampuan soft power dengan lahirnya pusat-pusat penelitian dan pengkajian strategis yang memfokuskan diri pada bidang pertahanan dan kemaritiman.  Pembangunan kemampuan tersebut, secara khusus ditujukan dalam rangka penguatan kompetensi dan sumberdaya manusia, yang sekaligus dapat digunakan sebagai media atau sarana intelijen dalam rangka menggalang opini publik dalam konteks akademik, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung kepentingan nasional. Beberapa lembaga tersebut di antaranya adalah Sea Power Center Australia (SPC-A), bekerjasama dengan Wollongong University dan  University of New South Wales (UNSW-ADFA), Australia. Maritime Security Studies yang merupakan bagian dari S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS) - Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan the International Maritime Bureau (IMB), Malaysia.

        Keberadaan institusi yang dikemas dalam format akademis tersebut menjadi lembaga yang berkompeten untuk menghasilkan informasi dalam bentuk publikasi ilmiah yang cenderung berpotensi digunakan sebagai wahana pembentukan opini publik dan propaganda dengan mengusung kepentingan negara-negara tersebut, terhadap wilayah perairan yuridiksi nasional Indonesia.  Untuk dapat  mengimbangi eksistensi pusat-pusat penelitian dan pengkajian strategis bidang kemaritiman tersebut, tentunya menjadi tantangan bagi  organisasi pengkajian khususnya organisasi yang membidangi kajian strategis yang secara khusus berfokus pada pengkajian aspek pertahanan dan keamanan maritim. Seskoal sebagai lembaga pendidikan dan pengkajian matra laut  saat ini dituntut eksistensinya dalam pembangunan kemampuan soft power bidang kemaritiman tersebut. Eksistensi Ditjianstraops Seskoal dalam kapasitasnya saat ini, selaku sub organisasi Seskoal yang mengemban tugas pengkajian belum mampu mengimbangi eksistensi pusat-pusat penelitian dan pengkajian strategis bidang kemaritiman, Untuk itu perlu pembentukan organisasi Pusat Pengkajian Maritim Seskoal dengan peran dan lingkup lebih luas dalam melaksanakan pengkajian di bidang pertahanan dan keamanan maritim, sebagai pusat pengkajian yang bersifat strategis dan dapat menghasilkan produk-produk akademik yang dapat digunakan dalam rangka pengembangan kemampuan soft power.

        Di masa mendatang Seskoal sebagai lembaga akademis dapat memberikan kontribusi akademik secara komprehensif dan lebih berdaya guna sebagai:

1.  Pusat rujukan bagi pengembangan kebijakan strategis (policy) Pemimpin TNI/TNI AL di bidang pertahanan dan keamanan maritim.

2.  Sebagai focal point pengkajian akademik TNI/TNI AL dalam rangka mendukung kepentingan nasional Indonesia di laut, khususnya di bidang pertahanan dan keamanan maritim.

3. Sebagai counterpart Pusat Pengkajian Strategis (Pusjianstra) Mabes TNI, yang mengkhususkan diri dan berfokus pada bidang pertahanan dan keamanan maritim.

 

Tugas pokok Pusjianmar

Merencanakan, menyusun, menyiapkan dan  melaksanakan kegiatan dan penelitian tentang Kebijakan, Doktrin dan Strategi Pertahanan Negara di Laut dan Keamanan Maritim serta Sejarah Keangkatanlautan, melalui Kerjasama dengan Institusi Nasional dan Internasional berupa Diskusi, Seminar, dan Lokakarya serta mempublikasikan hasilnya.

 

Visi

Mewujudkan Wawasan Maritim Bangsa Indonesia yang Cemerlang.